Langsung ke konten utama

Classroom of the Elite 2nd Year Volume 2 Chapter 5 Part 3

 Chapter 5 : Undangan (Part 3)



16 Juli, batas waktu pembentukan kelompok kecil.

Ketika aku sedang melakukan rutinitas di pagi hari, aku menerima panggilan telepon dari Ishizaki.

"Yo, Ayanokouji. Selamat pagi."

"Tumben kau meneleponku."

"Hari ini adalah batas waktu pembentukan kelompok kecil, kan? Aku ingin bicara sedikit tentang hal itu denganmu."

"Apa ini tentang Nishino? Terakhir aku memeriksa OAA, dia belum membentuk kelompok dengan siapapun."

Aku belum memeriksa OAA pagi ini. Apakah situasinya sudah berubah?

"Pada akhirnya, dia tidak dapat menemukan rekan di kelas kami, jadi dia minta tolong pada Ichinose. Kemudian, Tsube dari Kelas C bilang akan membantunya."

Hitomi Tsube dari Kelas 2-C, ya. Dia adalah siswa yang memiliki Kemampuan Akademik dan Fisik B atau lebih tinggi.

"Baguslah kalau begitu."

"Ya. Dengan ini, kami Kelas B sudah membentuk kelompok beranggotakan 2 orang atau lebih. Tapi…"

Masih ada siswa Kelas B yang belum membentuk kelompok.

"Ibuki, ya?"

"Ya. Ibuki masih sendiri. Apakah ada orang yang mau bergabung dengannya, ya?"

"Mengikuti ujian khusus sendirian sangatlah berisiko. Aku mengerti bagaimana perasaanmu."

Dari kata-kata Ishizaki, aku tahu dia telah berulang kali membujuk gadis itu, tapi selalu gagal.

"Beri aku waktu. Kurasa aku bisa melakukan sesuatu tentang itu."

"Benarkah? Maaf telah memberimu masalah pagi-pagi."

Aku memberi tahu Ishizaki bahwa aku akan menghubunginya nanti, kemudian aku mengakhiri panggilan.

Lalu aku memutuskan untuk menghubungi orang yang kemungkinan mau berkelompok dengan Ibuki.

Untungnya, orang itu belum meninggalkan asrama, jadi kami memutuskan untuk bertemu di lobi.

Horikita, orang yang ku tunggu, muncul dari lift sebelah.

Horikita juga salah satu siswa yang belum membentuk kelompok.

"Mengenai kelompok, apa yang akan kau lakukan?"

"Sudah terlambat untuk membicarakannya sekarang. Bagaimanapun, kali ini aku tidak akan berkelompok dengan siapa pun. Mengingat jumlah maksimum anggota dalam satu kelompok adalah 6 orang, bukan hal yang buruk untuk bertindak sendiri."

"Aku tahu kau melakukan itu agar kau dapat bertindak sesuai keadaan. Tapi jika kau sakit, kau akan didiskualifikasi pada saat itu juga. Jika kau tidak dapat membayar denda yang sangat besar, kau akan dikeluarkan dari sekolah."

Aku tahu bahwa aku tidak perlu menasehatinya tentang itu, tapi...

"Kupikir aku harus siap menanggung risiko sebesar itu. Bukankah itu juga alasanmu tidak berkelompok dengan siapapun?"

"Meski begitu, risiko yang kau tanggung berbeda dariku."

"Apa bedanya?"

"Tahun lalu, kau jatuh sakit sebelum ujian di pulau tak berpenghuni."

"Aku tidak menyangka kamu akan mengungkit kejadian setahun yang lalu. Siapapun bisa saja sakit."

"Kau benar. Pada musim dingin, kau juga beristirahat karena demam. Dalam setahun, kau dua kali jatuh sakit."

"Kamu hanya kebetulan saja menghabiskan tahun kemarin tanpa beristirahat sekalipun. Apa kamu pikir kali ini kamu tidak akan sakit?"

"Dalam hal menjaga kesehatan, aku lebih percaya diri darimu.

Horikita tidak punya pilihan selain menerima fakta bahwa aku memiliki kehadiran yang penuh.

"Aku mengerti. Memang benar, aku tidak sebaik dirimu dalam menjaga kesehatan. Kuakui itu. Tapi, meski itu masalahnya, mengkhawatirkanku―"

Horikita yang menatap mataku, mencoba untuk menenangkan dirinya yang mulai memanas.

"Kuharap kau mengerti. Dari awal aku tidak berniat untuk menolak metodemu."

Seseorang benar-benar harus menjaga kesehatannya.

Jika dia menyadarinya, maka itu sudah cukup.

"Tapi tetap saja, bertindak sendirian itu sangat berbahaya."

"Ya."

"Di kelas kita, yang belum membentuk kelompok adalah aku, Horikita dan Koenji. Teman sekelas kita yang lain sudah membentuk kelompok kecil minimal dua orang. Jika memungkinkan, kau harus membentuk kelompok beranggotakan dua orang untuk menjamin keselamatanmu."

"Hanya kamu dan Koenji-kun yang tersisa di kelas. Dengan kata lain, tidak ada lagi cara untuk membentuk kelompok."

"Kau benar, jika hanya dari kelas kita."

"Apakah ada gadis dari kelas lain yang belum membentuk kelompok?"

"Ahh, ada satu orang yang terpikirkan olehku."

"Siapa itu?"

"Ibuki dari Kelas 2-B. Apa kau tidak memeriksanya di OAA?"

"Terakhir aku memeriksa OAA, dia masih sendiri."

"Ishizaki mengungkapkan kekhawatirannya padaku. Dia sedang mencari seseorang yang mau berkelompok dengan Ibuki. Bagaimana kalau kau bekerja sama dengannya dalam ujian khusus ini, Horikita?"

"Aku dan Ibuki-san?"

"Dua siswa perempuan dapat membentuk kelompok kecil. Bagaimana kalau kita dengar dulu ceritanya?"

"Memang benar, akan lebih baik jika memiliki asuransi (jaminan keselamatan), tapi... baiklah, mari kita dengarkan ceritanya."

Horikita setuju untuk bertemu dengan Ibuki, mungkin dia berpikir tidak boleh mengabaikan hal ini.

Aku menghubungi Ishizaki dan memintanya untuk bertemu ketika istirahat makan siang nanti.


***


Selanjutnya Chapter 5 Part 4

Komentar

Fort mengatakan…
Pertanyaan gua bagaimana bisa amadasawa 1A bisa tau ujian 20jt. Tapi kemungkinan dia dr ruang putih kecil karena dia selalu berniat kiyopon mengetahui tentang dirinya, berarti kalau kemungkinan nya diperkecil tinggal housen dan nanase ajah tapi housen sudah ada akito dan ryuen yang tau masalalunya jadi kesimpulannya antara nanase atau amasawa
Han mengatakan…
Nah betul juga nih gue kepikiran kenapa Amasawa tqu, sedangkan Ayanokoiji ngira² pas dikumpulin murid² kelas 1 tapi gada Amasawa

Postingan populer dari blog ini

Classroom of the Elite 2nd Year Volume 2

Volume 2 Ilustrasi Prolog Chapter 1 Part 1 Chapter 1 Part 2 Chapter 1 Part 3 Chapter 1 Part 4 Chapter 1 Part 5 Chapter 2 Part 1 Chapter 2 Part 2 Chapter 2 Part 3 Chapter 3 Part 1 Chapter 3 Part 2 Chapter 3 Part 3 Chapter 3 Part 4 Chapter 3 Part 5 Chapter 3 Part 6 Chapter 3 Part 7 Chapter 3 Part 8 Chapter 3 Part 9 Chapter 3 Part 10 Chapter 3 Part 11 Chapter 4 Part 1 Chapter 4 Part 2 Chapter 4 Part 3 Chapter 4 Part 4 Chapter 4 Part 5 Chapter 4 Part 6 Chapter 4 Part 7 Chapter 5 Part 1 Chapter 5 Part 2 Chapter 5 Part 3 Chapter 5 Part 4 Epilog [PDF] SS Amasawa Ichika SS Horikita Suzune SS Tsubaki Sakurako SS Shiina Hiyori

Classroom of the Elite 2nd Year Volume 1

Volume 1 Prolog Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3 Chapter 4 Chapter 5 Part 1 Chapter 5 Part 2 Chapter 5 Part 3 Chapter 5 Part 4 Chapter 6 Part 1 Chapter 6 Part 2 Epilog SS Horikita Suzune SS Nanase Tsubasa I SS Nanase Tsubasa II SS Karuizawa Kei

Classroom of the Elite 2nd Year Volume 2 Chapter 1 Part 1

Chpater 1 : Perubahan dalam Kehidupan Sekolah (Part 1) Pada hari itu, Kelas 2-D menghadapi situasi aneh yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teruhiko Yukimura berkali-kali menghentakkan kakinya, sambil melihat ke arah pintu masuk kelas. "Bisakah kamu tenang sedikit? Ini bahkan belum sampai 5 menit sejak Kiyopon pergi. Dia dipanggil oleh sensei, kan? Berarti dia tidak akan kembali dalam waktu dekat." Hasebe Haruka, teman sekelas sekaligus teman terdekat, berkata begitu kepada Yukimura. Sakura Airi dan Miyake Akito duduk di sebelahnya. "Aku sudah tenang... tidak perlu khawatir," jawab Yukimura. Meskipun dia berhenti menghentakkan kaki, tidak lama setelah itu dia kembali tegang. Diam-diam dia mulai menghentakkan kakinya ke atas dan ke bawah, hingga menggesek celananya. Yukimura berencana untuk bicara dengan Ayanokouji sepulang sekolah, tapi dia menundanya karena kehadiran Horikita. Kemudian dia mendengar dari gadis itu bahwa Chabashira memanggilny